Skip to main content

Kurban Dibagikan Kepada Siapa? Ini Golongan yang Berhak Menerima

Deka Faiz
Kurban Dibagikan Kepada Siapa? Ini Golongan yang Berhak Menerima
Ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Salah satu tujuan utama kurban adalah berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Lalu, siapa saja yang berhak menerima daging kurban?

Dalam Islam, daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada tiga golongan. Pertama, shahibul qurban (orang yang berkurban) diperbolehkan untuk mengonsumsi sebagian dari hewan kurbannya. Hal ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kedua, kerabat, tetangga, dan sahabat, baik yang mampu maupun yang kurang mampu. Memberikan daging kurban kepada lingkungan sekitar dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Ketiga, dan yang paling utama, adalah fakir dan miskin. Mereka menjadi prioritas utama dalam pembagian daging kurban agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Adha. Dalam praktiknya, distribusi kurban sering difokuskan kepada masyarakat dhuafa, termasuk di daerah pelosok yang jarang mendapatkan pembagian.

Melalui lembaga seperti LAZISNU Sumsel, penyaluran daging kurban dapat dilakukan secara lebih merata dan tepat sasaran. Lembaga ini membantu memastikan bahwa kurban tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Dengan memahami golongan penerima kurban, kita dapat memaksimalkan nilai ibadah ini. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, kepedulian, dan keadilan sosial bagi seluruh umat.
Kurban Dibagikan Kepada Siapa? Ini Golongan yang Berhak Menerima