Skip to main content

Dukung Pemulihan Korban Rakyat Gaza, NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

Ilham Novriadi
Dukung Pemulihan Korban Rakyat Gaza, NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan Rp10 Miliar
Amman, NU Care Setelah menyalurkan bantuan pendidikan dan kegiatan keagamaan di Masjid Al Aqsa Palestina sebesar Rp10 miliar melalui lembaga Waqfiyat Al Mustafa, NU Care-LAZISNU kembali meneguhkan komitmennya terhadap kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar melalui Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Bantuan tersebut difokuskan pada dua program utama, yakni perawatan para korban genosida serta pemulihan sarana dan layanan kesehatan di wilayah Gaza yang rusak akibat agresi militer Israel. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen NU dalam memberikan dukungan nyata bagi rakyat Palestina. “Komitmen dari bantuan sebesar Rp10 miliar yang disalurkan ke JHCO ada dua. Pertama, digunakan untuk membantu perawatan para korban, terutama anak-anak Gaza yang saat ini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit rumah sakit di Yordania. Kedua, untuk mendukung upaya pemulihan sarana dan layanan kesehatan di Gaza, mengingat hampir seluruh fasilitas kesehatan di sana mengalami keruntuhan akibat agresi,” ujar Riri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/11/2025). Ia menambahkan, Rumah Sakit Indonesia di Gaza pun menjadi salah satu fasilitas yang turut mengalami kerusakan parah. “Kondisi di Gaza saat ini memang belum benar-benar damai. Bantuan masih sulit masuk, sehingga bantuan ini diharapkan dapat membantu memberikan layanan kesehatan kepada para korban. Kami juga terus berkoordinasi dengan JHCO untuk menentukan wilayah prioritas dari amanah bantuan ini,” imbuhnya. Sementara itu, Marwan Al-Hennawy selaku Direktur Departemen Perencanaan dan Program JHCO menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari NU dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami mengucapkan selamat datang kepada delegasi Nahdlatul Ulama dari Indonesia di kantor JHCO. Tujuan pertemuan ini adalah memperkuat hubungan antara JHCO dan NU, serta menegaskan bahwa JHCO telah menerima donasi sebesar Rp10 miliar. Insya Allah, donasi ini akan disalurkan untuk membantu saudara-saudari kita dari Gaza yang sedang dirawat di Yordania, serta untuk kebutuhan mendesak di Gaza menjelang musim dingin, seperti obat-obatan, perlengkapan medis, dan bantuan kemanusiaan lainnya,” tutur Marwan. Sebagai bagian dari kunjungan ke Yordania, delegasi NU Care-LAZISNU juga berkesempatan mengunjungi salah satu rumah sakit pemerintah, The Specialty Hospital yang merawat anak-anak korban genosida Israel. Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Waqfiyat Al-Mustafa dan Darul Ifta (Majelis Ulama Yordania). Riri mengungkapkan bahwa kunjungan itu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh delegasi. “Suasananya sangat mengharukan. Banyak yang menangis karena tidak kuat melihat kondisi anak-anak Gaza. Ada yang diamputasi, ada yang kehilangan mata, dan ada yang masih menggunakan kursi roda. Anak-anak biasanya didampingi oleh ibunya, dan setelah sembuh mereka akan dipulangkan kembali ke Gaza sesuai komitmen pemerintah Yordania,” ujarnya. Diketahui bahwa Raja Abdullah II berkomitmen membawa sekitar 2.000 anak Gaza untuk menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit di Yordania. Beberapa di antaranya sudah menunjukkan pemulihan dan tengah diproses untuk kembali ke Gaza bekerja sama dengan Kementerian Sosial Yordania. Riri Khariroh menegaskan bahwa ke depan NU Care-LAZISNU menegaskan isu kemanusiaan Palestina akan tetap menjadi perhatian utama. “Sebagai lembaga zakat dan filantropi Islam, LAZISNU berkomitmen untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai program kemanusiaan. Setelah penyaluran tahap ini sebesar Rp20 miliar, kami akan terus mencari cara untuk menyalurkan bantuan bagi korban genosida di Gaza dan wilayah Palestina lainnya,” tegas Riri. Selain melalui mitra seperti JHCO dan Waqfiyat Al Mustafa, NU Care-LAZISNU juga berencana memperluas kerja sama dengan lembaga internasional resmi seperti UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) yang menangani pengungsi Palestina. “Harapannya, kerja sama ini dapat memperkuat dukungan kemanusiaan Indonesia bagi rakyat Palestina, sekaligus memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran,” pungkasnya. Kontributor: Zahra Penulis: Putri Azmi Millatie Editor: Wahyu Nurhadi